fasade-stasiun-purwosari-2016

Stasiun Purwosari di tetapkan sebagai Bangunan Stasiun Cagar Budaya Berdasarkan SK Walikota Solo No. 646/1-2/1/2013. Stasiun Purwosari (PWS) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Jl. Slamet Riyadi No. 502, Purwosari, Laweyan, Surakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian +98 m ini berada di Daerah Operasi VI Yogyakarta. Stasiun Purwosari dibangun pada tahun 1875, dan merupakan stasiun tertua di Surakarta. Pembangunannya ditangani oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij.

Ruang-tunggu-calon-penumpang-stasiun-purwosari-2015-642

Ruang tunggu calon penumpang kereta api di stasiun purwosari

Stasiun Purwosari merupakan stasiun percabangan jalur kereta api, antara arah Surabaya dengan Wonogiri. Jalur yang menuju Surabaya termasuk kelas utama, sedangkan yang ke Wonogiri termasuk kelas sekunder. Sampai Stasiun Sangkrah, jalur ini termasuk unik karena menjadi satu-satunya jalur kereta api di Indonesia yang berjejer berdampingan dengan jalan raya. Dahulu sepanjang jalur Purwosari-Sangkrah terdapat 8 buah halte, yakni Pesanggrahan, Ngadisuran, Bando, Ngapeman, Pasarpon, Cayudan, Kauman dan Lojiwetan. Halte-halte tersebut sekarang sudah tidak ada lagi.

Overkaping-stasiun-purwosari-642

Overkaping stasiun purwosari

Stasiun Purwosari memiliki 9 jalur kereta api, 4 buah sebagai jalur utama, 3 untuk stabling gerbong barang, dan 2 jalur menuju ke dipo lokomotif dan gudang semen. Dari Stasiun Purwosari juga dahulu terdapat jalur percabangan yang menuju Boyolali melalui Kartasura, yang kini sudah tidak ada lagi. Jalur ini juga mempunyai cabang di Tegalsari menuju Colomadu. Sampai sekarang, beberapa bagian dari sisa-sisa jalur tersebut masih dapat disaksikan.

peron-stasiun-purwosari-2016

Peron stasiun purwosari

Dahulu Stasiun Purwosari merupakan dipo lokomotif, jejak peninggalan sebagai dipo lokomotif masih terdapat menara air di sisi utara stasiun. Saat ini stasiun ini masih berfungsi sebagai dipo, namun bukan dipo lokomotif melainkan dipo alat mekanik. Bongkar muat semen juga dilakukan di Stasiun Purwosari. Stasiun ini sekarang menjadi pemberhentian kereta api yang melewati jalur selatan setelah stasiun Solo Jebres dijadikan cagar budaya oleh Pemerintah Surakarta. Mulanya, stasiun ini tidak memiliki atap overkapping tepat di atas emplasemennya (merupakan emplasemen terbuka), namun saat ini sudah dipasang.