JOK_3299

Pada awalnya, perkeretaapian di Batavia (Jakarta) diselenggarakan oleh tiga buah perusahaan, yaitu Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), Batavia Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS), dan Staatssporwegen (SS). NISM merupakan perusahaan kereta api swasta, yang pertama kali membangun jaringan kereta api di Batavia. Perusahaan ini mengoperasikan kereta api pada lintas tengah, yakni Batavia-Buitenzorg (Bogor) yang diresmikan tahun 1873. Perusaahaan kereta api swasta BOSM membuka jaringan kereta api di lintas timur Batavia yaitu Batavia-Bekasi-Kerawang tahun 1899.

Sementara itu, SS selaku perusahaan kereta api negara membangun jaringan kereta api di lintas barat Batavia sampai ke Anyer. Pada lintas tersebut SS membangun pula sebuah jalur persimpangan dari Duri ke Tangerang melalui Staatblad No. 180 tanggal 5 Juli 1896.

Stasiun Duri awalnya adalah sebuah halte yang dibuka pada 2 Januari 1899 oleh perusahaan kereta api Negara, Staatssporwegen (SS). Stasiun Duri merupakan bagian dari pembangunan jalur kereta api lintas Jakarta-Duri-Tangerang sepanjang 23 km dengan lebar jalur 1067 mm. Pada tahun yang sama, tepatnya tanggal 1 Oktober SS meresmikan jalur kereta api Duri-Rangkasbitung sepanjang 76 km. Selanjutnya diteruskan ke Serang dan Anyer tahun 1900.

Keberadaan jalur kereta api lintas Jakarta-Duri ke Tangerang dan Anyer mempermudah transportasi penumpang dan pengangkutan barang. Barang impor dari luar negeri dibawa dari pelabuhan Batavia untuk selanjutnya didistribusikan ke Banten. Sebaliknya, hasil komoditas pedalaman Banten diangkut ke pelabuhan di Batavia. Penduduk Banten memiliki mata pencaharian rata-rata sebagai petani. Hasil perkebunan yang mempunyai arti penting yakni kelapa. Perkebunan orang Eropa terbatas pada karet (hevea) yang terdapat di Banten bagian Selatan.

Selain itu, di Stasiun Duri juga  terdapat persimpangan menuju pabrik gas Nederlandsch Indische Gas Maatschappij (NIGM), perusahaan gas milik pemerintah Hindia-Belanda. Pabrik gas tersebut dibangun pada tahun 1859 yang berada di sisi utara Gang Ketapang yang kini menjadi Jalan KH Zainul Arifin. Lokasi bekas pabrik gas ini sekarang digunakan sebagai kantor pusat PT Perusahaan Gas Negara (Persero).

Persimpangan menuju pabrik gas terletak di sebelah selatan Stasiun Duri, berdasarkan  peta  Batavia  tahun  1928,  lokasinya  berada di  utara  dari  mulainya  persimpangan  menuju Tangerang. Panjang jalur menuju pabrik gas dari Stasiun Duri sekitar 2,5 km, meskipun tidak jauh namun jalur rel kereta ini memiliki peranan penting terhadap pasokan gas di kota Batavia, karena  dalam  pengoperasian pabrik  gas tersebut menggunakan batu bara yang didistribusikan dengan kereta  api.  Tidak  diketahui dengan  pasti  kapan pembongkaran  rel  kereta menuju  pabrik  gas  di  Ketapang itu, namun masih bisa ditemukan rel  lama  dengan  bantalan  kayu persimpangan tersebut.

Salah  satu  permasalahan  dalam  pengembangan  wilayah  Jabotabek (Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi) tahun  1976  adalah kebutuhan  masyarakat di  bidang  transportasi  umum.  Untuk  mengatasinya,  pemerintah bekerja  sama  dengan  Pemerintah  Jepang  melakukan  peningkatan  fungsi kereta  api  di  Jabotabek.  Oleh karena itu pada tahun 1982 dilakukan Proyek Pengembangan Prasarana Kereta Api Jabotabek. Tujuannya adalah membuat sistem kereta api komuter modern dengan frekuensi yang lebih tinggi, lebih aman dan dengan sistem pengoperasian yang lebih handal dengan peningkatan fasilitas-fasilitas kereta api yang ada. Lintas kereta api Duri-Tangerang tak luput menjadi perhatian. Beberapa pengembangan di lintas Tangerang meliputi rehabilitasi jalur kereta api, elektrifikasi, dan penambahan jalur kereta api.

Lintas  Duri-Tangerang  dilakukan  rehabilitasi  pada  tahun  1984 selanjutnya dilakukan pekerjaan pemasangan bantalan beton. Pemasangan gardu induk pusat listrik Duri dimulai tahun 1985 di sebelah selatan Stasiun Kereta Api Duri. Pada tahun yang sama dilakukan juga peningkatan jalan Duri-Tanah Abang. Pemagaran Stasiun Kereta Api Duri dikerjakan tahun 1986 bersamaan pemasangan instalasi saluran atas di Stasiun Kereta Api Duri serta  peningkatan  rel  Duri-Jakarta  Kota.  Tahun  2013,  dilakukan  e-ticketing  KRL  di  Stasiun Kereta Api Duri.

peta st duri rev

Lokasi Stasiun Duri ditandai lingkaran berwarna merah sedangkan pabrik gas ditandai lingkaran berwarna biru, peta tahun 1925. (Sumber: Colonialarchitecture.eu)

pabrik gas rev

Pabrik gas milik pemerintah Hindia Belanda, Nederlandsch Indische Gas Maatschappij (NIGM) di Gang Ketapang, Batavia sekitar tahun 1872 (Sumber: Kitlv.nl)

Sumber:

  •  Adiyanto, Esmawan, “Pemuda dan Perubahan Sosial Politik di Banten 1926-1955”, Skripsi Ilmu Sejarah UGM, 2015.
  • ANRI, “Memori Residen Banten J. C Bedding, 24 Maret 1925”, dalam Memori Serah Jabatan 11921-1930 (Jawa Barat), (Jakarta: ANRI, 1976)
  • ANRI, “Memori Residen Banten W. Th. Thieme, 2 Juni 1920”, dalam Memori Serah Jabatan 11921-1930 (Jawa Barat), (Jakarta: ANRI, 1976)
  • Bwordpress.com/2009/10/03/l-i-eindhoven-co-pabrik-gas-pertama-penerang-batavia/#more-195
  • Colonialarchitecture.eu
  • Kitlv.nl
  • Subarkah, Imam, Sekilas 125 Tahun Kereta Api Kita 1867-1992.
  • Tim Telaga Bakti, Sejarah Perkeretaapian Indonesia Jilid II.