Perbaikan Bangunan Stasiun Pekalongan

Sejarah Stasiun Pekalongan.

Stasiun Pekalongan pada awalnya dimiliki oleh Semarang – Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) pada tahun 1919. Tampak depan Stasiun Pekalongan didominasi atap pelana, dimana celah antar atap dimaksudkan sebagai lubang aliran udara agar ruang dibawahnya terasa sejuk. Penambahan kanopi sebagai penanda pintu masuk utama, yang membedakan sirkulasi penumpang antara penumpang yang masuk dan pintu penumpang keluar.
Bangunan Stasiun Pekalongan memiliki bentuk dan arsitektur yang sederhana, terdiri dari bangunan utama, bangunan emplasemen dan bangunan penunjang. Bangunan utama berbentuk memanjang dengan struktur rangka kayu membentuk atap pelana bersusun tiga yang menaungi ruang hall, ruang kepala stasiun, tempat penjualan karcis dan ruang tunggu yang semuanya diletakkan secara linier sejajar dengan emplasemen. Bangunan emplasemen berupa kayu dengan konstruksi kuda-kuda yang unik membentuk rangka atap bentang lebar menaungi emplasemen yang terdiri dari peron dan dua jalur sepur. Sedangkan bangunan penunjang berupa rumah kecil beratap pelana yang dulunya gudang penyimpanan hasil bumi sekarang digunakan sebagai ruang pengatur jalur.

Letak Stasiun Pekalongan

pekalongan_pugar 1Data Teknis:
Lokasi: Jl. Gajah Mada, Bendan, Pekalongan Barat, Pekalongan
Luas Bangunan: ± 643 m2
Dibangun: 1916
Pemilik: Semarang – Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) dan kini PT.KAI
Keterangan: Pekalongan merupakan kota perdagangan yang memiliki peran cukup besar dalam perekonomian Jawa Tengah

Sebagai upaya penyelamatan aset bangunan Stasiun Pekalongan serta untuk melestarikan keunikan arsitektur peninggalan Kolonial Belanda yang memiliki nilai sejarah sebagai basis militer dan perjuangan diperlukan upaya pemugaran.
Melalui unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur beserta Daop 4 Semarang PT. Kereta api Indonesia (Persero) melakukan pemugaran yang pelaksanaannya dilakukan dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2013 (75 Hari Kalender).

Proses pemugaran meliputi unsur-unsur bangunan terutama pada:

  • Atap termasuk ornamen atap, lisplank dan talang
  • Dinding
  • Ampig Overkapping

Pada pemugaran tahap I ini difokuskan untuk perbaikan bangunan utama, dimana pelaksanannya harus memperhatikan sejarah arsitektur dan sejarah sosial dengan berbagai kegiatannya, mengingat setiap unsur bangunannya memiliki ciri khas nilai budaya dan sejarah yang perlu dilestarikan.

LINGKUP KERJA PEMUGARAN STASIUN PEKALONGAN

pekalongan_pugar 2

Perbaikan Atap dan Talan

pekalongan_pugar 3

Perbaikan ruang Wakil Kepala Stasiun

pekalongan_pugar 4

Pengecatan Dinding Interior dan Eksterior