Pemugaran Bangunan Stasiun Padalarang

Stasiun Padalarang dibangun bersamaan dengan pembangunan jalur kereta Api tahap ketiga yang menghubungkan Cianjur dan Bandung pada tahun 1884. Stasiun ini dibangun dengan gaya arsitektural stasiun-stasiun khas Belanda lainnya dengan atap yang tinggi dan tembok yang tebal. Keunikan yang dapat ditemui distasiun ini adalah adanya jendela-jendela besi dan brangkas hingga 3 buah.

Letak stasiun padalarang di Propinsi Jawa Barat, dengan luas lahan sekitar — m2
kepemilikan dahulu Staatspoorwagen dan kini PT.KAI dan merupakan stasiun yang berada di tengah kota Cianjur dan dikelilingi oleh pertokoan dan pemukiman yang padat

Proses Pemugaran

Sebagai upaya penyelamatan aset bangunan Stasiun Padalarang serta untuk melestarikan keunikan arsitektur peninggalan Kolonial Belanda yang memiliki nilai sejarah sebagai basis militer dan perjuangan diperlukan upaya pemugaran.
Melalui Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur beserta Daop 2 Bandung PT. Kereta api Indonesia (persero) melakukan pemugaran yang pelaksanaannya dilakukan dari bulan Februari sampai dengan Juli 2013.
Proses pemugaran meliputi unsur-unsur bangunan terutama pada:

  • Perbaikan Atap termasuk ornamen atap, lisplank dan talang
  • Perbaikan Plafond
  • Perbaikan Dinding
  • Perbaikan Kusen , daun pintu danjendela serta ornamen besi dan aksesorisnya
  • Perbaikan Lantai

Pada pemugaran tahap I  ini difokuskan untuk perbaikan bangunan utama yang terdiri dari 12 ruangan dengan luas keseluruhan ruangan 96,89 m² dimana pelaksanannya harus memperhatikan sejarah arsitektur dan sejarah sosial dengan berbagai kegiatannya, mengingat setiap unsur bangunannya memiliki ciri khas nilai budaya dan sejarah yang perlu dilestarikan.

Perbaikan atap seng dan talang dilakukan dengan:

  • membersihkan permukaan atap dari debu, kotoran, karat dengan sikat kawat dan pengamplasan,
  • Memperbaiki/menambal bagian atap yang bocor dengan plat aluminium dengan sistem anyam dan dilapis perekat sekaligus pelapis anti bocor,
  • Melapisi permukaan atap dengan cat dasar dilanjutkan pemberian finishing dengan cat minyak,
  • Melapisi seluruh permukaan talang datar dengan lapisan anti bocor,
  • Pada pipa pembuangan air hujan dilakukan pengerokan cat eksisting dan memperbaiki bagian yang bocor, memberi lapisan cat dasar dan finishing cat.

Padalarang 4

Perbaikan Ornamen Atap

Perbaikan aksesoris atap dilakukan dengan:

  • Membongkar/melepas aksesoris atap (ornamen kayu, papan lisplank & plafond tritis) membersihkan dari debu, kotoran dan jamur
  • Mengerok seluruh permukaan papan dari cat eksisting
  • memperbaiki/menambal/ menyambung bagian komponen yang lubang/cacat
  • Pada beberapa bagian papan/kayu yang sudah lapuk dan tidak layak dipakai dilakukan penggantian dengan papan yang ukuran dan jenisnya sama.
  • Melapisi dengan pengawet
  • Memasang kembali dilanjutkan pemberian lapisan cat dasar dan finishing.

Padalarang 3

Perbaikan dinding dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Membersihkan permukaan dinding dari debu, kotoran, jamur dan pengerokan cat eksisting
  • Memperbaiki/menambal bagian dinding yang keropos dengan plesteran bligon (2 semen merah : 1 pasir : 1 kapur ditambah sedikit zat aditif) dan dilapis acian (10 kapur sirih : 1 pc) sehingga dinding tetap berpori dan dapat menyerap kelembaban
  • Memberi lapisan plamir (1 semen putih : ¼ lem kayu) pada seluruh permukaan dinding dan pengamplasan kembali
  • Melapisi dinding dengan cat dasar dan dilanjukan cat sebagai finishing.

Padalarang 5

Perbaikan plafond dilakukan dengan:

  • Memperbaiki /mengganti plafon eternit / gypsum yang lapuk /rusak
  • Memberi lapisan plamir (1 semen putih : ¼ lem kayu) pada seluruh permukaan dinding dan pengamplasan kembali
  • Melapisi dinding dengan cat dasar dan dilanjukan cat sebagai finishing.

Padalarang 6

Perawatan kusen dan daun pintu-jendela dilakukan dengan:
  • Membongkar/melepas daun pintu/jendela dan membersihkannya dari debu, kotoran
  • Mengerok seluruh permukaan kusen, daun pintu/jendela dari cat eksisting (dengan mengerok manual dan pembakaran soda api)
  • Melapisi cairan pengawet
  • Perbaikan kusen dan daun pintu-jendela dengan melengkapi, mengganti/menyambung bagian yang hilang/lapuk
  • Mengamplas dan selanjutnya dilakukan proses pengecatan, (mulai dari pendempulan s/d pengecatan)
  • Membersihkan cat eksisting pada ornamen besi dan teralis (dengan cairan soda api & sikat kawat), perbaikan serta finishing.

Padalarang 7

Pada bagian lantai ini dilakukan dengan:
  • Membongkar lantai eksisting keramik (30×30) yang rusak / pecah
  • Memasang keramik (30×30) dan (60×60) yang baru
  • Membersihkan seluruh lantai keramik (30×30) dan (60×60), baik yang lama maupun yang baru dipasang

Padalarang 8

Kondisi Sebelum dan Sesudah di Pugar

Padalarang 9

Padalarang 10

Padalarang 11

STASIUN PADALARANG SESUDAH DI PUGAR

Padalarang 12