Stasiun Kleine Boom

Stasiun Kleine Boom

Stasiun Kleine Boom, dikenal juga dengan Stasiun Pasar Ikan. Stasiun ini merupakan stasiun ujung dan paling utara dari Kota Batavia. Letak stasiun ini berada di dalam area kawasan Pelabuhan Batavia atau disebut juga dengan Pelabuhan Sunda Kelapa. Stasiun ini termasuk dalam bangunan stasiun yang dibangun oleh perusahaan kereta api swasta milik Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Stasiun ini dibangun bersamaan dengan pembangunan tahap pertama lintas Batavia – Weltevreden, pada tanggal 15 Oktober 1869. Dan peresmian stasiun ini bersamaan dengan peresmian jalur kereta api dari Stasiun Batavia NIS ke Stasiun Weltevreden di bulan September 1871. Sedangkan jalur kereta api sampai ke Bogor (Buitenzorg) baru diresmikan pada tanggal 31 Januari 1873.

 

peta_batavia_tahun_1887_1
Peta Batavia Tahun 1887, Letak Station Kleine Boom dan Station Batavia NIS.

Bangunan stasiun ini bisa dibilang hanya berbentuk seperti halte saja. Karena fungsi stasiun ini hanya untuk angkutan barang. Namun di dekat nya banyak terdapat gudang-gudang penyimpanan dan penimbunan untuk berbagai barang hasil bumi, seperti kopi, teh, karet dan sebagainya.

Namun sejak dibukanya Terusan Suez tahun 1870, arus keluar masuk barang dari Hindia Belanda ke pasar eropa menjadi semakin padat. Arus keluar masuk kapal-kapal laut yang ingin bersandar mengangkut dan menurunkan barang-barang semakin banyak. Hal ini mengakibatkan terjadinya antrian kapal yang ingin bersandar di Pelabuhan Batavia.

Untuk mengatasi permasalahan itu, akhirnya pemerintah Hindia Belanda berencana membangun pelabuhan baru. Dan akhirnya memilih daerah Tanjung Priok sebagai tempat dibangunnya pelabuhan Batavia yang baru. Letak Tanjung Priok dari Kota Batavia kurang lebih 15 km ke arah timur. Pelabuhan Tanjung Priok dibangun antara tahun 1877 – 1883.

Pada tahun 1883, Kota Batavia memiliki 2 pelabuhan, yaitu di Pelabuhan Batavia (Sunda Kelapa) dan Pelabuhan Tanjung Priok. Untuk menunjang arus barang di sana, dibangun pulalah Stasiun Tanjung Priuk. Stasiun Tanjung Priuk dibuka untuk umum tahun 1885.

Letak Stasiun Tanjung Priuk yang lama, yang dibuka tahun 1885, terletak di dekat dermaga Pelabuhan Tanjung Priuk.

peta_batavia_tahun_1887_2
Peta Batavia Tahun 1887, Letak Station Tanjung Priok Lama dan Station Pelabuhan Tanjung Priok.

Sejak dipindahkannya kegiatan bongkar muat di sana, otomatis kegiatan bongkar muat barang di Stasiun Kleine Boom pun menjadi sepi.

Diperkirakan Stasiun Kleine Boom ditutup menjelang pergantian abad ke-19. Dalam peta Batavia tahun 1903, gambar denah rel kereta api menuju Stasiun Kleine Boom sudah dibongkar. Yang tersisa hanya bekas jalur yang sudah berubah menjadi jalan menuju kawasan Kleine Boom.

peta_batavia_tahun_1903_3
Peta Batavia Tahun 1903, Letak Stasiun Batavia Gudang Stasiun Batavia NIS, Stasiun Batavia SS, railbed ke arah Station Kleine Boom.

Dalam Peta Batavia tahun 1903 di atas, cikal bakal area Stasiun Batavia Gudang sudah dibangun. Selain itu, terdapat dua stasiun di Kota Batavia, yaitu Stasiun Batavia NIS dan Stasiun Batavia SS. Untuk membedakannya sering juga disebut Batavia NIS (Batavia Noord) dan Batavia SS (Batavia Zuid).

Pada masa itu, jalur menuju ke Stasiun Tanjung Priuk, dikelola oleh perusahaan NIS. Jalur itu dikelola oleh NIS sampai tahun 1913. Ketika akhirnya jalur NIS Batavia – Buitenzorg, dibeli resmi oleh SS di tahun 1913.