Observasi Stasiun Non Aktif Kalasan

LAPORAN OBSERVASI
STASIUN KERETA API NON AKTIF
KALASAN

Disusun Oleh :
HARI KURNIAWAN

JAVANESCHE SPOORWEGEN OBSERVEUR
YOGYAKARTA
KALASAN I-2013

Bab VI
Observasi Stasiun Kereta Api Non Aktif
Stasiun Kalasan

Stasiun Kalasan (Kode : KLS, elevasi : ± 126 mdpl) berada pada wilayah PT.KAI (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta serta berlokasi di Dusun Krajan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta atau Jl. Raya Jogja-Solo Km. 12. Stasiun yang mulai di non aktifkan pada 1 Agustus 2007, karena dilalui Lintas double track sehingga tidak lagi dipergunakan sebagai stasiun persilangan dan merupakan stasiun yang terletak di paling timur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Stasiun Kalasan dibangun antara tahun 1929-1930 oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij terpisah dengan jalur Staats Spoorwegen. Stasiun Kalasan ini terletak diantara dua stasiun, yaitu di sebelah timur adalah stasiun Brambanan dan di sebelah barat adalah stasiun Maguwo. Stasiun Kalasan merupakan stasiun kelas 3 yang dahulu memiliki 5 jalur rel, meliputi jalur 1 yang mengarah ke gudang di sebelah timur stasiun dan merupakan jalur spoor badug, jalur 2 yang sekarang sebagai lintas double track arah Solo menuju Yogyakarta, jalur 3 yang sekarang sebagai lintas double track arah Yogyakarta menuju Solo, sedangkan jalur 4 dan 5 semula dipakai sebagai rel persilangan/ perberhentian, sekarang rel sudah dilepas dan menjadi area kosong yang ditanami pohon buah pisang serta telah ditumbuhi semak rumput liar (masih bisa ditemukan bekas rel dan bantalan besinya yang berserakan serta ada tembok plakat bertuliskan Stasiun Kalasan). Disebelah utara gudang stasiun Kalasan, terdapat dua bangunan rumah dinas (DKA) yang masih ditempati/ didiami (saya tidak berkesempatan untuk bertemu dengan beliau yang menempati). Rumah dinas ini berarsitektur antik dan berornamen kolonial Belanda.

Kondisi stasiun Kalasan sekarang dirawat dan dijaga oleh Bapak Bedjo (usia sekitar 70-75an tahun, warga Redjoso, Srowot, Klaten) yang selalu bersih-bersih dan merawat bangunan stasiun ini. Menurut beliau, kalau malam hari, kadang-kadang area di stasiun ini digunakan oleh muda-mudi untuk memadu kasih dan pencari nomor togel (karena lokasi stasiun tersebut pernah digunakan oleh orang untuk bunuh diri, sehingga terkesan wingit/ angker), sehingga beliau sering mengingatkan mereka. Pernah juga ada orang yang berniat mencuri asset stasiun Kalasan ini, tetapi beruntung masih ketahuan oleh Bapak sehingga gagal, beberapa asset ada yang telah hilang seperti triplek skat ruangan, kayu kusen pintu dan besi bekas bantalan/ penambat rel. Bapak sendiri menempati ruang bekas kepala stasiun. Keadaan bangunan sendiri telah mengalami keretakan (akibat gempa bumi tahun 2006/ walau sedikit) serta kondisi cat tembok yang mengelupas, eternit yang jebol dan beberapa kaca ada yang pecah.

Stasiun Kalasan adalah tempat faforit saya (Hari JSO) menonton kereta api sejak saya berusia 7 tahun atau kelas 1 SD sampai dengan sekarang. Dahulu sewaktu saya sekolah SD, kalau ingin melihat kereta api di stasiun Kalasan (sewaktu masih aktif), beramai-ramai datang dengan teman SD saya naik sepeda. PPKA yang berdinas saat itu adalah Bapak Sutrisno yang welcome kepada saya. Sekarang kondisi bekas runag PPKA sangat memprihatinkan serta kotor, di dalam ruang PPKA terdapat lubang yang dahulu sebagai tempat (bekas) pengaturan wesel. Disamping ruang kepala stasiun, dahulu ada bangku untuk penumpang yang menunggu kedatangan kereta api, serta ada genta (ada bandul dan rantai) yang berbunyi setiap kali akan ada kereta api akan datang/ lewat, tetapi sekarang gentanya sudah dicopot). Waktu masih aktif, dahulu kereta api kelas ekonomi seperti kereta api (KA) Argo Puro (sekarang KA Sritanjung), KA Purbaya , KA Logawa, KA Feeder Progo dan KRDE Prambanan Ekspres (waktu masih memakai rankaian yang sekarang dipakai KRDE Bumi Geulis/ Sukabumi-Bogor) bisa di BLB-kan di stasiun ini dan juga merupakan stasiun untuk pemesanan tiket KA ekonomi menuju ke Jakarta (sewaktu masih ada KA Feeder Progo). Dahulu pengendali pintu PJL berada di ruangan sebelah barat (ruang kaca) sebelum pindah bergeser kearah barat atau sekarang menjadi PJL 329 yang letaknya dekat dengan jalan penghubung antara Jl. Solo Km. 12 dengan Jalan Menuju kecamatan Berbah. Jika dilihat dari PJL 329, bekas rel masih terlihat (bekas jalur 4 dan 5) di bagian barat PJL 329 atau Jalan menuju Berbah (sekilas mirip bekas rel jalur non aktif). Menurut Bapak Petugas PJL 329, bahwa ada wacana untuk mengaktifkan kembali stasiun Kalasan ini sebagai kompleks area gudang bongkar muat barang yang merupakan sebagai alternatif pengganti/ relokasi dari area gudang di stasiun Lempuyangan.

Stasiun Kalasan sebelumnya sudah direnovasi dengan menganti lantai aslinya (lantai kotak berwarna kuning) dengan lantai keramik (putih). Peron pada emplasemen yang terbuat dari cor semen yang dahulu berfungsi sebagai area penumpang menunggu kereta api datang, sampai sekarang masih ada dan terletak di area jalur double track. Pada sebelah barat stasiun, terdapat toilet dan sumur stasiun, tiang bendera, papan peringatan (sebelah barat rel) dan papan semboyan 35 (sebelah selatan rel).