Stasiun Gubeng dan Wonokromo juga Akan Dipugar

SURYA Online, SURABAYA – Manajemen PT KAI mencatat saat ini ada 200 stasiun KA di Indonesia yang beralih fungsi menjadi pasar tradisional, bahkan rumah penduduk. Dari jumlah itu, sekitar 12 persen diantaranya ada di Jatim.

Hal itu diungkapkan EVP Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah PT KAI, Ella Ubaidi. Dia mengungkapkan, di Indonesia total ada 501 stasiun yang masuk dalam klasifikasi cagar budaya masih belum dipugar kembali.

Untuk mengembalikan dan melestarikan aset PT KAI yang sebagian besar dibangun di zaman Belanda ini, pihaknya akan segera melakukan rekontruksi dan pemugaran ulang terhadap 501 stasiun KA. Tujuannya agar stasiun tetap mampu menjadi penyimpan sejarah yang terus dimanfaatkan seperti fungsinya semula.

“Kami sudah mendata beberapa dari stasiun itu ada di Jatim, dan akan segera kami pugar kembali seperti bentuk aslinya. Diantaranya ada 3 stasiun di Surabaya yakni Stasiun Semut, Wonokromo serta stasiun Gubeng. Tiga lainnya di Malang, yakni Stasiun Tugu, Stasiun Kota Lama Malang serta Stasiun Lawang,” paparnya usai pencanangan batu pertama restorasi Stasiun Semut, Jumat (14/7).

Selain di Malang dan Surabaya, stasiun di Kota Blitar, Madiun serta Jember juga akan dijadikan target pemugaran tahun ini juga.

Anggota Dewan Komisaris, PT KAI, Yahya Ombara, yang akan mengumpulkan kembali aset-aset PT KAI, termasuk stasiun. Apalagi dulunya stasiun pernah menjadi alat perjuangan bagi pejuang dan gerilyawan Indonesia. “Stasiun juga memiliki nilai historis yang tinggi selain nilai seni bangunannya yang memang menarik dikaji,” tandasnya.

Sumber: surabaya.tribunnews.com
Reporter: Sudharma Adi
Editor: Suyanto
Dimuat: 13 Juli 2012