Observasi Stasiun Non Aktif Kalimenur

Kondisi Eksisting eks. Stasiun Kalimenur.
 
 

LAPORAN OBSERVASI

STASIUN KERETA API NON AKTIF 

KALIMENUR

Disusun Oleh :

HARI KURNIAWAN

JAVANESCHE SPOORWEGEN OBSERVEUR

YOGYAKARTA

KALIMENUR I-2013 

Bab I

Observasi Stasiun Kereta Api Non Aktif

Stasiun Kalimenur

Stasiun Kalimenur (Kode : KLR, elevasi : ± 35 mdpl) berada pada wilayah PT.KAI (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta dan berlokasi di Dusun Kalimenur, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, atau terletak 200 meter dari Jl. Raya Yogyakarta-Wates Km. 21,5 Stasiun Kalimenur terletak diantara Stasiun Sentolo dan Stasiun Wates, mulai tidak aktif sekitar tahun 1974 dikarenakan sudah tidak ada lagi kereta api yang berhenti dikarenakan termasuk berada di jalur tikungan dan lintasan berkecepatan tinggi (sekarang telah dilalui jalur rel ganda/ double track lintas aktif Yogyakarta-Kutoarjo) . Stasiun ini diperkirakan dibangun pada masa yang sama dengan pembangunan jalur rel Yogyakarta-Maos-Cilacap, sekitar tahun 1876-1887. Pada dahulunya Stasiun ini selalu ramai dengan aktifitas warga yang hendak berpergian menuju Yogyakarta atau Kutoarjo dengan mengunakan jasa kereta api uap. Pada masa itu kereta uap ini melayani relasi Yogyakarta-Kutoarjo pp. dan tentu masih singgah di Stasiun Kalimenur. Kereta uap itu oleh warga familier disebut dengan sepur Grenjeng atau sepur Bumel.

kalimenur_2
Eksisting Stasiun Kalimenur.
 

Menurut cerita dari Bu Nanik (51 tahun) warga sekitar yang saat itu saya sempat  bertemu dan wawancara pada  saat beliau sedang mencari rumput untuk pakan ternak (karena memang di sekitar area stasiun ini rimbun sekali ditumbuhi oleh rumput liar). Beliau menuturkan dahulunya Bu Lasmi (Ibu dari Bu Nanik) adalah penjual tahu  yang setiap hari berjualan tahu di area stasiun ini. Sehingga Stasiun Kalimenur juga terkenal dengan sebutan stasiun tahu, karena kebanyakan dari penguna jasa kereta api uap (Bumel) adalah pengrajin tahu dari daerah Tuksono, Sentolo yang akan berjualan ke Yogyakarta dan Kutoarjo. Dahulunya tahu dijajahkan baik masih mentah atau sudah digoreng matang. Selain itu, stasiun ini dahulu juga dipadati oleh penumpang (warga sekitar), para pedagang (sayur, beras, jagung, hasil kebun warga bahkan pedagang ternak) serta pelajar dari Kulon Progo yang akan belajar ke Kota Yogyakarta.

kalimenur_3
Rumah Dinas stasiun Kalimenur.

Di sebelah stasiun Kalimenur, masih terdapat rumah dinas DKA yang ditempati oleh Pak Bambang Sumitro, beliau adalah mantan petugas di stasiun Kalimenur.