Rapat Pembahasan Pengembangan Ambarawa

Selasa, 24 Agustus 2010, Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan rapat dengan beberapa pakar yang terkait dengan rencana penataan dan pengembangan Museum Perkeretaapian Ambarawa di Jawa Tengah.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ella Ubaidi selaku EVP Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan yang pada sambutan pembukaan menyampaikan arahan tentang rencana tersebut serta meminta masukan, saran dan ide-ide baru dari para pakar yang hadir selaku undangan dalam rapat dimaksud.

Rapat dihadiri antara lain,

  1. Ella Ubaidi, EVP Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan PTKA
  2. Kusdiyono, VP Non Bangunan Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan PTKA
  3. Saefudin, Manajer Evaluasi Bangunan Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan PTKA
  4. Toto Purwanto, Manajer Program Non Bangunan Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan PTKA
  5. Windu,  Museolog
  6. Bambang Eryudhawan, Arsitek
  7. Adjie Dharmais, Museolog
  8. Tjahjono Rahardjo, Arsitek
  9. Joko Setyowarno, Pakar Transportasi

Materi rapat dimulai dengan pemaparan gambaran umum rencana penataan dan pengembangan Museum Perkeretaapian Ambarawa menjadi sebuah museum yang bertaraf internasional agar mampu memberikan edukasi dan wisata bagi pengunjung museum.

Pakar-pakar  yang hadir memberikan masukan-masukan sesuai bidang keahlian masing-masing yang kemudian akan dijadikan acuan dalam pembuatan Detail Engineering Design (DED) rencana di atas. Pada prinsipnya konsep dasar tentang penataan dan pengembangan kawasan Museum Perkeretaapian Ambarawa tersebut telah mencapai satu pola pikir yang sama yaitu menjadikan Museum Perkeretaapian Ambarawa sebagai area edukasi dan wisata yang terkait perkeretaapian.

Di museum tersebut pengunjung akan dapat menikmati layanan perjalanan kereta api lintas bergigi (Mountain Rail Tour) dengan nyaman dan mendapatkan informasi menarik yang disebut sebagai museum bergerak (living museum).  Selain museum bergerak akan disajikan juga museum tidak bergerak (static museum) yang berisi pajangan benda-benda pamer berupa berbagai tipe lokomotif uap dan berbagai peralatan yang dulu pernah digunakan dalam dunia perkeretaapian Indonesia.

Rencananya wisata kereta api uap itu akan beroperasi pada jalur Tuntang – Ambarawa PP dan jalur Ambarawa – Bedono PP. Jadi dari stasiun Tuntang ke Bedono akan dibagi 2 (dua)  jenis wisata kereta api uap karena jenis lokomotif uap yang digunakan  berbeda, sekaligus member kesempatan pengunjung untuk melihat benda-benda pamer di Museum Ambarawa dan beristirahat.

Dalam konsepnya juga akan dikembangkan menjadikan Depo Lokomotif Uap Ambarawa sebagai living museum tentang perawatan dan pemeliharaan lokomotif uap dan kereta kayu sekaligus sebagai pusat pelatihan perawatan, pemeliharaan dan pengoperasian lokomotif uap.

Diharapkan pembuatan DED dapat selesai pada pertengahan bulan September 2010 sehingga pelaksanaan fisik dapat segera dilaksanakan pada bulan Oktober 2010 hingga Februari 2011 untuk pekerjaan pengembangan tahap pertama. Sedangkan untuk tahap-tahap selanjutnya akan dilakukan survey dan evaluasi secara menyeluruh dan komprehensip yang menyangkut pada beberapa aspek kepentingan baik pemerintah, PTKA dan masyarakat sekitar kawasan tersebut.

Rapat ditutup dengan acara buka puasa bersama dalam suasana kekeluargaan yang sangat kental. Semoga rencana untuk menata dan mengembangkan Museum Perkeretaapian Ambarawa ini dapat berjalan dengan lancar. Amin.