Pengetahuan Perkeretaapian

Usaha perusahaan kereta api bukan hanya pada organisasi perusahaan saja, tetapi teknologi juga sangat menentukan ruang lingkup yang harus dipenuhi oleh perusahaan kereta api. Perusahaan otobis tidak perlu mengurus jalan raya karena jalan raya diurus oleh negara. Otobis tinggal membeli yang ada di pasar, tinggal memilih bis yang paling cocok bagi operasi yang akan dijalankan. Tidak perlu mempunyai bengkel, karena banyak bengkel yang bisa melakukan perawatan otobis. Begitu juga perusahaan pelayaran dan perusahaan penerbangan. Pengetahuan tekniknya adalah cara mengoperasikan kendaraan yang dimiliki agar dicapai kinerja yang optimal dan perawatan diperlukan sejauh perawatan dilakukan sendiri.

Jalan rel harus dirancang dan dibangun oleh perusahaan kereta api. Perusahaan kereta api tidak dapat membeli lokomotif, kereta atau gerbong yang siap pakai karena tidak ada yang menjual secara bebas. Kendaraan kereta api dibuat berdasarkan pesanan. Karakteristik kereta api berbecla antara perusahaan kereta api yang satu dengan yang lainya, jadi kendaraan kereta api harus berdasarkan spesifikasi yang dikeluarkan oleh perusahaan kereta api masing-masing. Perusahaan jalan rel harus punya keahlian untuk menerbitkan spesifikasi teknis yang sesuai dengan kebutuhannya. Perusahaan kereta api tidak dapat membeli peralatan yang baru tanpa harus memikirkan integrasinya dengan sistern yang sudah ada.

Investasi pada sistem kereta api sangat mahal dan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Pengembangan sistem kereta api dilakukan dalam kurun waktu yang panjang. Setiap upaya penambahan tentu harus terlebih dahulu mengetahui apa yang sudah ada sehingga penambahan yang baru tidak menimbulkan masalah baru. Sebagian besar peralatan teknis kereta api dibuat berdasarkan spesifikasi dari perusahaan kereta api maka penggunaan peralatan teknis tersebut juga dibuat oleh perusahaan kereta api itu sendiri. Penerbitan cara penggunaan peralatan harus merupakan kesatuan yang menyeluruh dan berlaku bagi semua peralatan balk yang baru maupun yang lama. Karena itu penting jika ada peralatan baru maka, cara penggunaan peralatan juga dibuat baru.

Di Indonesia, reglemen diterbitkan pada masa penjajahan Belanda hingga sekarang. Untuk membuat baru diperlukan pemahaman akan konsep teknologi dari peralatan yang ada. Reglemen bukan hanya sekedar peraturan tetapi peraturan yang berdasarkan konsep teknologi yang dipilih.

Perusahaan kereta api mengurus bengkel sendiri. Bagi perusahaan yang ingin menawarkan jasa perbengkelan untuk perusahaan kereta api tidak punya pembanding dengan perusahaan lain karena perusaahaan kereta api yang ingin dilayani hanya satu. Tidak hanya teknis perbengkelan yang harus dikuasai perusahaan kereta api tetapi juga masalah manajemen perbengkelan harus dikuasai oleh perusahaan kereta api. Pemeliharaan, perawatan dan perbaikan yang harus dilakukan sendiri oleh perusahaan jalan rel tidak hanya untuk sarana tetapi termasuk prasarana misalnya sinyal, telekomunikasi dan trek.

Penguasaan teknologi bisa dibagi bertahap, paling sederhana adalah cara mengoperasikan. Kemampuan kedua adalah memelihara. Kemampuan ketiga adalah merawat. Kemampuan keempat adalah perbaikan. Kemampuan kelima adalah membuat. Kemampuan keenam adalah rekayasa. Kemampuan ketuJuh adalah menyusun konsep. Kemampuan ketujuh ini adalah yang paling tinggi dan hanya dilakukan oleh orang yang sangat berpengalaman.

Teknologi yang harus dikuasai perusahaan kereta api harus sampai pada tingkat penyusunan konsep. Pengembangan pelayanan dapat dilakukan perubahan, tetapi jalan rel merupakan satu konsep yang saling terkait maka perubahan salah satu bagian harus disertai dengan pengkajian yang mendalam. Pada pembuatan jalur baru tidak hanya trek yang dibahas tetapi juga sinyal dan kendaraan yang akan dioperasikan sudah harus ditentukan. Perusahaan kereta api harus menguasai teknik sipil, teknik mesin, teknik telekomunikasi dan lain-lain. Dipandang dari luasnya masalah perusahaan kereta api perlu dukungan beberapa disiplin ilmu. Secara teknologi dukungan yang diperlukan adalah dari teknik mesin, teknik sipil, teknik elektro, teknik geodesi dan teknik geologi.