Kunjungan Wisata Sejarah ICOMOS ke Stasiun Bandung & Kantor Pusat PT KAI (Persero)

Kunjungan Wisata Sejarah ICOMOS ke Stasiun Bandung & Kantor Pusat PT KAI (Persero)

Sebanyak 37 orang peserta wisata sejarah “Staatspoorwegen te Bandung” Trail berkumpul di ruang VIP Hall Utara Stasiun Bandung, pada hari Minggu tanggal 26 Februari 2017. Acara edukasi sejarah perkeretaapian tersebut terselenggara kerjasama antara ICOMOS (International Council on Monument & Sites) Indonesia dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Sebelum memulai peninjauan, peserta yang sudah sejak pagi berkumpul disambut Vice President Daerah Operasi 2 Bandung, Saridal dan mendapat penjelasan sekilas mengenai kondisi perkeretaapian di Daerah Operasi 2 Bandung. Peserta juga mendapat paparan dari Dicky AS Soeria Atmadja (Vice President ICOMOS Indonesia) tentang sejarah Staatspoorwegen (SS) di Bandung dan beberapa tempat-tempat bersejarah di sekitar Stasiun Bandung seperti kawasan pergudangan di Pasirkaliki, pabrik Kina, pergudangan Cikudapateuh, pabrik Gas di Cikudapateuh, pabrik senjata PINDAD dan militer (Kavaleri).

DSC_0958 EDPeserta Mengamati Monumen Lokomotif Uap TC1008 di depan Pintu Selatan Stasiun Bandung

DSC_0963 EDDepan Pintu Selatan Stasiun Bandung ini dulunya terbentang Jalan Maarschalk

Seusai paparan, peserta dipandu berkeliling menuju depan pintu selatan Stasiun Bandung untuk melihat monumen lokomotif uap. Monumen lokomotif uap TC 1008 yang menjadi ikon Stasiun Bandung tersebut, dulunya hanya berupa tiang lampu sebagai monumen peringatan 50 tahun SS (Staatspoorwegen) dan terbentang Jalan Maarschalk ke arah selatan hingga bertemu dengan jalan Kebon Jati.

Dari hall selatan, peserta selanjutnya menuju hall utara Stasiun Bandung dan menyusuri jalan Kebon Kawung menuju Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero). Di pertigaan jalan Kebon Kawung dengan jalan Cicendo, Dicky menunjukkan letak Pabrik Kina. Demikian juga ketika berada di pertigaan depan Gedung Agung, Dicky menjelaskan kalau dulunya Jalan Oto Iskandardinata (Otista) terhubung lurus hingga Pasar Baru. Namun karena alasan keselamatan, perlintasan sebidang Jalan Otista ditutup dan arus lalulintas kendaraan harus melalui viaduct.

Masuk Bungker

Di kompleks Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero), peserta diajak menyusuri lorong bangunan lama yang masih terawat dan digunakan sebagai ruang kerja beberapa Direktorat, serta memasuki ruang bawah tanah (bungker). Menuruni anak tangga, satu persatu peserta memasuki bungker berpintu besi. Bungker ini sudah dilakukan pemugaran dengan pengecatan, pemasangan lantai batu alam, penerangan dan sirkulasi udara agar tidak pengap. Di kanan-kiri dinding ruangan yang tersekat menjadi dua ruang memanjang, terpajang foto-foto kondisi perkeretaapian masa lampau, peta jalur kereta api dan logo perusahaan dari masa ke masa.

Sebagai penutup kunjungan di area Kantor Pusat, setelah berfoto bersama di depan pendopo, peserta juga melihat dari dekat gedung utama yang digunakan sebagai kantor Direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan menuju auditorium untuk melihat ulang paparan sejarah Staatspoorwegen (SS) di Bandung dari ICOMOS sekaligus tanya jawab dan pembagian doorprize.

DSC_0003 EDPeserta Mengamati Bentuk Jendela Besi di Kantor Pusat PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

DSC_0066 EDKondisi Bungker yang Telah Dilengkapi Penerangan dan Pengatur Sirkulasi Udara