Menikmati Wisata Sejarah Bogor(Buitenzorg)-Tjiandjoer

Menikmati Wisata Sejarah Bogor(Buitenzorg)-Tjiandjoer

Minggu, 29 Mei 2016, ruang VIP Stasiun Bogor dipenuhi peserta Wisata Sejarah Buitenzorg (Bogor)-Tjiandjoer (Cianjur) yang berangkat dari Bandung dan Jakarta. Acara tersebut terselenggara kerjasama antara ICOMOS (International Council on Monument & Sites) Indonesia dengan Unit Preservation & Architecture PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Kedatangan peserta disambut oleh perwakilan dari Unit Preservation PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Supriyono dan Kepala Stasiun Bogor Sugi Hartanto. Sebelum melakukan perjalanan menggunakan KA Pangrango (Bogor-Sukabumi), peserta yang dipandu oleh Dicky AS Soeria Atmadja (Vice President ICOMOS Indonesia) berkeliling ke beberapa ruangan di Stasiun Bogor, antara lain ruang lantai dua yang mengunakan lantai kayu dan tangga putar, karena pada masa itu teknologi pengecoran lantai belum diterapkan. Bangunan tinggi sebagai ciri khas bangunan tropis agar sirkulasi udara cukup baik sehingga ruangan tidak berhawa panas. Selanjutnya rombongan melihat hall utama yang pernah digunakan sebagai pintu masuk penumpang KRL. Peserta pun mendengarkan dengan penuh antusias paparan sejarah Stasiun Bogor.

1 Pendampingan Peserta Tour Bersama APPD Supriyono dua dari sebelah kiri, Kepala Stasiun Bogor Sugi Hartanto,

Pendampingan Peserta Tour bersama dari Unit Preservation PT. KAI Supriyono (dua dari sebelah kanan), Kepala Stasiun Bogor Sugi Hartanto (urutan ke empat dari sebelah kiri).

 

Pengenalan Lintas Wisata Heritage dan Kuis di Atas KA
Tepat pukul 08.05, KA Pangrango diberangkatkan dari Stasiun Paledang menuju Stasiun Sukabumi. Stasiun Paledang terletak kurang lebih 500 meter dari Stasiun Bogor arah Stasiun Sukabumi. Sepanjang perjalanan hingga Sukabumi, peserta mendapatkan penjelasan peta jalur kereta api lintas Bogor-Sukabumi-Cianjur beserta objek wisata dan cuplikan sejarah menarik di beberapa stasiun dan wilayah sekitarnya. Antara lain sejarah perkebunan kina, pabrik karet getah perca di Cipetir, makam tentara Jerman di kaki Gunung Pangrango, Kawasan Wisata Danau Lido. Di seputar Gunung Gede dan Pangrango dijelaskan juga objek wisata Cinumpang, Situgunung, Pondok Halimun, Pabrik Teh Goalpara, Selabintana, Kebun Raya Cibodas, Istana Cipanas, Telaga Warna. Peserta juga disuguhi tayangan film sejarah perkeretaapian Indonesia melalui layar televisi yang terpasang di kereta eksekutif. Panitia juga membagikan hadiah souvenir kereta api bagi peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar.

 

2 Antusias peserta dalam games ringan di atas KA Pangrango

Suasana di dalam kereta Pangrango dari Bogor-Sukabumi.

 

3 Peta Buittenzorg

Peta Jalur Lintas Wisata Heritage Bogor-Sukabumi-Cianjur.

 

Panorama antara Bogor-Sukabumi
Perjalanan KA Pangrango dari Bogor ke Sukabumi melewati panorama alam yang indah. Pemandangan gunung, bukit, pesawahan hijau, dan sungai yang mengalir. Pemandangan Gunung Pangrango dapat dilihat di sebelah kiri kereta, dan lokasi terbaik untuk melihat dengan jelas gunung ini saat berhenti di Stasiun Maseng, sedangkan sebelah kanan kereta pemandangan Gunung Salak. Sebagian peserta pun turun sesaat di Stasiun Cigombong untuk mengabadikannya memanfaatkan waktu yang sangat singkat.
Di Stasiun Cicurug, terdapat bongkar-muat angkutan barang air mineral dalam kemasan yang bersumber dari Gunung Salak, diangkut dengan kereta api dari Stasiun Cicurug ke Stasiun Jakarta Gudang, dan Stasiun Cisaat terdapat angkutan semen yang diangkut dengan kereta api dari Stasiun Nambo ke Stasiun Cisaat.

4 Gunung Pangrango dari Kereta

Panorama Gunung Pangrango dari dalam Kereta Api Pangrango.

 

5 Kereta Api Panagrango Tiba di Stasiun Cigombong dengan latar belakang gunung Salak

Panorama Gunung Salak sebagai latar belakang Stasiun Cigombong.

 

Panorama antara Sukabumi-Cianjur
Perjalanan Bogor-Sukabumi selama 2 jam 4 menit terasa begitu cepat. Setiba di Stasiun Sukabumi, peserta langsung berpindah ke KA Siliwangi (Sukabumi-Cianjur) yang telah tersedia di jalur 2. Sebelum memasuki Stasiun Lampegan, sebagian peserta bersiap-siap memotret terowongan Lampegan dari kaca pintu belakang. Terowongan Lampegan merupakan terowongan jalur kereta api tertua, memiliki panjang 683,76 meter yang dibangun oleh Staatspoorwegen (SS) tahun 1879-1882.

 

6 Terowongan Lampegan

Terowongan Lampegan, terowongan jalur kereta api tertua.

 

Tiba di Stasiun Cianjur
Pukul 11.45, KA Siliwangi tiba di Stasiun Cianjur, disambut Kepala Stasiun Cianjur, peserta transit di ruang tunggu untuk ishoma dan paparan sejarah perkeretaapian. Selesai acara paparan dan foto bersama di Stasiun Cianjur, sebagian peserta berpisah untuk kembali ke Bandung dengan bus yang telah dipersiapkan dan sebagian peserta lagi kembali ke Jakarta dengan menggunakan KA Siliwangi dan KA Pangrango.

 

Slider Boo Si Cj

Foto bersama di Stasiun Cianjur, sebelum kembali ke Sukabumi naik KA Siliwangi.

 

Di Stasiun Sukabumi, sebelum kembali ke Bogor menggunakan KA Pangrango, peserta menyempatkan bertemu dengan anggota Komunitas Sukabumi Heritage dan sharing tentang sejarah serta upaya pelestarian warisan sejarah di ruang Kepala Stasiun Sukabumi.